DAFTAR
ISI
Kata Pengantar................................................................................................................ 1
Dafatar isi........................................................................................................................ 2
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................................................... 3
1.2 Tujuan........................................................................................................................ 3
1.3 Rumusan masalah...................................................................................................... 3
BAB 2 ISI
2.1 Definisi...................................................................................................................... 4
2.2
Ciri-Ciri Komunikasi Massa....................................................................................... 4
2.3 Fungsi Komunikasi Massa......................................................................................... 5
2.4 Karakteristik Komunikasi Masa................................................................................. 6
2.5 Efek Komunikasi Masa.............................................................................................. 7
2.6 Model Komunikasi Massa......................................................................................... 10
2.7
Macam-Macam Media Komunikasi Public................................................................ 11
BAB 3
PENUTUP
3.1 kesimpulan................................................................................................................. 13
3.2 saran........................................................................................................................... 13
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Komunikasi di dalam keperawatan adalah penting.hal ini
di karenakan di dalam menjalankan aktifitasnya seoerang perawat tidak lepas
dengan yang namanya komunikasi.baik komunikasi dengan pasien ataupun dengan
teman sejawat.komunikasi dengan seorang pasien haruslah dengan komunikasi
terapiutik. Yaitu membantu proses kesembuhan dari seorang pasien.
Komunikasi
dapat dipahami sebagai proses penyampaian pesan, ide, atau informasi kepada
orang lain dengan menggunaka sarana tertentu guna mempengaruhi atau mengubah
perilaku penerima pesan.
Komunikasi publik
merupakan suatu komunikasi yang dilakukan di depan banyak orang. Dalam
komunikasi publik pesan yang disampaikan dapat berupa suatu informasi, ajakan,
gagasan. Sarananya, bisa media massa, bisa pula melalui orasi pada rapat umum
atau aksi demonstrasi, blog, situs jejaring sosial, kolom komentar di
website/blog, e-mail, milis, SMS, surat, surat pembaca, reklame, spanduk, atau
apa pun yang bisa menjangkau publik. Yang pasti, Komunikasi Publik memerlukan
keterampilan komunikasi lisan dan tulisan agar pesan dapat disampaikan secara
efektif dan efisien. Komunikasi publik sering juga disebut dengan komunikasi
massa. Namun, komunikasi publik memiliki makna yang lebih luas dibanding dengan
komunikasi massa.
1.2
Tujuan
Untuk mengetahui apa itu komunikasi public atau masa.
1.3
Rumusan
masalah
1. Apa
definisi dari komunikasi masa
atau publik?
2. Apa cirri-ciri komunikasi komunikasi masa?
3. Apakah
fungsi komunikasi masa?
4. Apa saja karakteristik komunikasi masa?
5. Apa efek komunikasi masa?
6. Apa saja model komunikasi masa?
7. Apa macam-macam komunikasi masa?
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Komunikasi
dapat dipahami sebagai proses penyampaian pesan, ide, atau informasi kepada
orang lain dengan menggunaka sarana tertentu guna mempengaruhi atau mengubah perilaku
penerima pesan.
Komunikasi massa adalah proses dimana
organisasi media
membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).Organisasi -
organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan
mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan
mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media
menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat.Dalam
komunikasi masa, media masa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi,
memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.
Komunikasi publik
merupakan suatu komunikasi yang dilakukan di depan banyak orang. Dalam
komunikasi publik pesan yang disampaikan dapat berupa suatu informasi, ajakan,
gagasan. Sarananya, bisa media massa, bisa pula melalui orasi pada rapat umum
atau aksi demonstrasi, blog, situs jejaring sosial, kolom komentar di
website/blog, e-mail, milis, SMS, surat, surat pembaca, reklame, spanduk, atau
apa pun yang bisa menjangkau publik. Yang pasti, Komunikasi Publik memerlukan
keterampilan komunikasi lisan dan tulisan agar pesan dapat disampaikan secara
efektif dan efisien. Komunikasi publik sering juga disebut dengan komunikasi
massa. Namun, komunikasi publik memiliki makna yang lebih luas dibanding dengan
komunikasi massa.
Perkembangannya
dimulai dari:
Abad Penggunaan
Isyarat·
& Lambang –e.g. gerak tangan atau volume suara
Abad Berbicara· & Penggunaan Bahasa –huruf mewakili bunyi ujaran
Abad Berbicara· & Penggunaan Bahasa –huruf mewakili bunyi ujaran
Abad Penggunaan
Media Tulisan
Abad Penggunaan
Media Cetakan –penemuan mesin cetak di Mainz, Jerman,· oleh John Guttenberg
tahun 1455 yang dianggap sebagai awal lahirnya komunikasi massa. Dari sinilah
kemudian berkembang media massa –koran, majalah, buku, radio, televisi, film,
dan internet.
2.2 Ciri-Ciri Komunikasi Massa
- Menggunakan media masa dengan organisasi (lembaga media) yang jelas.
- Komunikator memiliki keahlian tertentu
- Pesan searah dan umum, serta melalui proses produksi dan terencana
- Khalayak yang dituju heterogen dan anonim
- Kegiatan media masa teratur dan berkesinambungan
- Ada pengaruh yang dikehendaki
- Dalam konteks sosial terjadi saling memengaruhi antara media dan kondisi masyarakat serta sebaliknya.
- Hubungan antara komunikator (biasanya media massa) dan komunikan (pemirsanya) tidak bersifat pribadi.
- Sifat pesan terbuka
- Khalayak variatif baik dari segi usia,agama, suku, pekerjaan maupun dari segi kebutuhan
- Sumber dan penerima dihubungakan oleh saluran yang diproses secara mekanik
- Sumber merupakan suatu lembaga atau institusi
- Umpan balik lambat (tertunda) dan sangat terbatas. Dengan kemajuan teknologi, saat ini sudag lebih dapat teratasi
- Sifat penyebaran pesan yang berlansung cepat dan serempak serta luas mampu mengatasi jarak dan waktu. Dapat bertahan lama bila didokumentasikan
- Dari segi ekonomi biaya untuk memproduksi komunikasi massa cukup mahal dan memerlukan dukungan tenaga kerja yang relatif banyak untuk mengelolanya
Ciri-ciri komunikasi publik
- Satu pihak (pendengar ) cenderung lebih pasif.
- Interaksi antara sumber dan penerima terbatas
- Umpan balik yang diberikan terbatas
- Dilakukan di tempat umum seperti di kelas, auditorium, tempat ibadah.
- Dihadiri oleh sejumlah besar orang
- Biasanya telah direncanakan
- Sering bertujuan untuk memberikan penerangan, menghibur, memberikan penghormatan dan membujuk
2.3 Fungsi Komunikasi Massa
A.
Fungsi Komunikasi Massa untuk Masyarakat.
McQuail menyatakan bahwa fungsi
komunikasi massa untuk masyarakat meliputi:
1.
Informasi:
a. Menyediakan informasi tentang peristiwa dan kondisi dalam masyarakat dan
dunia.
b. Menunjukkan hubungan kekuasaan.
c. Memudahkan inovasi, adaptasi, dan kemajuan
2.
Korelasi:
a. Menjelaskan, menafsirkan, mengomentari makna peristiwa dan informasi.
b. Menunjang otoritas dan norma-norma yang mapan.
c. Melakukan sosialisasi.
d. Mengkoordinasi beberapa
kegiatan. Membentuk kesepakatan.
e. Menentukan urutan prioritas
dan memberikan status relatif.
3.
Kesinambungan:
a. Mengepresikan budaya dominan dan mengakui keberadaan kebudayaan khusus (subculture)
serta perkembangan budaya baru.
b. Meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai.
4.
Hiburan:
a. Menyediakan hiburan, pengalihan perhatian, dan sarana relaksasi.
b. Meredakan ketegangan sosial.
5.
Mobilisasi:
Mengkampanyekan tujuan masyarakat dalam bidang politik, perang, pembangunan
ekonomi, pekerjaan, dan kadang kala juga dalam bidang agama.
B. Fungsi Komunikasi
Massa untuk Individu
1. Informasi:
a. Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan
lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia.
b. Mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal
yang berkaitan dengan penentuan pilihan.
c. Memuaskan rasa ingin tahu dan minat minum.
d. Belajar, pendidikan diri sendiri.
e. Memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan.
2. Identitas pribadi:
a. Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi.
b. Menemukan model perilaku.
c. Mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain (dalam media).
d. Meningkatkan pemahamna tentang diri-sendiri.
3. Integrasi dan interaksi sosial:
a. Memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain; empati sosial.
b. Mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan meningkatkan rasa
memiliki.
c. Menemukan bahan percakapan dan interkasi sosial.
d. Memperoleh teman selain dari manusia.
e. Membantu menjalankan peran sosial.
f. Memungkinkan seseorang untuk dapat menghubungi sanak –keluiarga, teman,
dan masyarakat.
4. Hiburan:
a. Melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan.
b. Bersantai.
c. Memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis.
d. Mengisi waktu. Penyaluran emosi.
e. Membangkitkan gairah seks.
2.4 Karakteristik Komunikasi Masa
1. Perubahan Sosial dan partisipasi sosial.
Memberikan berbagai informasi pada masyarakat tujuan
akhirnya supaya masyarakat mau mendukung dan ikut serta terhadap tujuan
informasi itu disampaikan. Misalnya supaya masyarakat ikut serta dalam pilihan
suara pada pemilu atau ikut serta dalam berperilaku sehat,dansebagainya.
2. Perubahan
Sikap.
Kegiatan
memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan supaya masyarakat
akan berubah sikapnya. Misalnya kegiatan memberikan informasi mengenai hidup
sehat tujuannya adalah supaya masyarakat mengikuti pola hidup sehat dan sikap
masyarakat akan positif terhadap pola hidup sehat.
3. Perubahan
pendapat.
Memberikan
berbagai informasi pada masyarakat tujuan akhirnya supaya masyarakat mau
berubah pendapat dan persepsinya terhadap tujuan informasi itu disampaikan,
misalnya dalam informasi mengenai pemilu. Terutama informasi mengenai kebijakan
pemerinatah yang biasanya selalu mendapat tantangan dari masyarakat maka harus
disertai penyampaian informasi yang lengkap supaya pendapat masyarakat dapat
terbentuk untuk mendukung kebijakan tersebut.
4. Perubahan
perilaku.
Kegiatan memberikan berbagai informasi pada masyarakat
dengan tujuan supaya masyarakat akan berubah perilakunya. Misalnya kegiatan
memberikan informasi mengenai hidup sehat tujuannya adalah supaya masyarakat
mengikuti pola hidup sehat dan perilaku masyarakat akan positif terhadap pola
hidup sehat atau mengikuti perilaku hidup sehat.
Karakteristik
Komunikasi Massa menurut para pakar komunikasi
1. Komunikator Melembaga (Institutionalized Communicator) atau Komunikator Kolektif (Collective Communicator) karena media massa adalah lembaga sosial, bukan orang per orang.
2. Pesan bersifat umum, universal, dan ditujukan kepada orang banyak.
3. Menimbulkan keserempakan (simultaneous) dan keserentakan (instantaneos) penerimaan oleh massa.
4. Komunikan bersifat anonim dan heterogen, tidak saling kenal dan terdiri dari pribadi-pribadi dengan berbagai karakter, beragam latar belakang sosial, budaya, agama, usia, dan pendidikan.
5. Berlangsung satu arah (one way traffic communication).
6. Umpan Balik Tertunda (Delayed Feedback) atau Tidak Langsung (Indirect Feedback); respon audience atau pembaca tidak langsung diketahui seperti pada komunikasi antarpribadi.
Beberapa karakteristik
komunikasi Massa
1.
Komunikasi
Massa Bersifat Umum : Pesan Komunikasi yang disampaikan melalui media massa
adalah terbuka bagi semua orang . Benda-benda yang tercetak , film , radio ,
dan televisi apabila digunakan untuk keperluan pribadi dalam lingkupan
organisasi yang tertutup , tidak dapat dikatakan komunikasi Massa.
2.
Komunikasi
bersifat heterogen :
Perpaduan
antara jumlah komunikan komunikasi massa yang besar dengan keterbukaan dalam
memperoleh pesan-pesan komunikasi , erat sekali hubungannya dengan sifat
heterogin komunikan.Komunikan komunikasi massa adalah sejumlah orang yang
disatukan oleh suatu minat yang sama yang mempunyai bentuk tingkah laku yang
sama dan terbuka bagi pengaktifan terhadap tujuan yang sama.
3.
Menimbulkan
keserempakan :
Yang dimaksud keserempakan adalah keserempakan
kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator ,
dan penduduk tersebut satu sama lainnya terpisah .
4.
Hubungan
komunikator-komunikan bersifat Non-Pribadi :
Dalam
komunikasi Massa ,hubungan antara komunikator dengan komunikan bersifat
non-pribadi , karena komunikan yang anonim dicapai oleh orang-orang yang
dikenal hanya dalam peranannya yang bersifat umum sebagai komunikator.
2.5 Efek
Komunikasi Masa
Ada tiga dimensi efek komunikasi massa, yaitu:
kognitif, afektif, dan konatif. Efek kognitif meliputi peningkatan kesadaran,
belajar, dan tambahan pengetahuan. Efek efektif berhubungan dengan emosi,
perasaan, dan attitude (sikap). Sedangkan efek konatif berhubungan
dengan perilaku dan niat untuyk melakukan sesuatu menurut cara tertentu.
1.
Efek Kognitif
Efek kognitif adalah akibat yang
timbul pada diri komunikan yang sifatnya informative bagi dirinya. Dalam efek
kognitif ini akan dibahas tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak
dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan
kognitif. Melalui media massa, kita memperoleh informasi tentang benda, orang
atau tempat yang belum pernah kita kunjungi secara langsung.
Seseorang mendapatkan informasi dari
televisi, bahwa “Robot Gedek” mampu melakukan sodomi dengan anak
laki-laki di bawah umur. Penonton televisi, yang asalnya tidak tahu menjadi tahu
tentang peristiwa tersebut. Di sini pesan yang disampaikan oleh komunikator
ditujukan kepada pikiran komunikan. Dengan kata lain, tujuan komunikator hanya
berkisar pada upaya untuk memberitahu saja.
Menurut Mc. Luhan,
media massa adalah perpanjangan alat indera kita (sense extention theory; teori
perpanjangan alat indera). Dengan media massa kita
memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita
lihat atau belum pernah kita kunjungi secara langsung. Realitas yang
ditampilkan oleh media massa adalah relaitas yang sudah diseleksi. Kita
cenderung memperoleh informasi tersebut semata-mata berdasarkan pada apa yang
dilaporkan media massa. Televisi sering menyajikan adegan kekerasan, penonton
televisi cenderung memandang dunia ini lebih keras, lebih tidak aman dan lebih
mengerikan.
Karena media massa melaporkan dunia
nyata secara selektif, maka sudah tentu media massa akan mempengaruhi
pembentukan citra tentang lingkungan sosial yang bias dan timpang. Oleh karena
itu, muncullah apa yang disebut stereotip, yaitu gambaran umum tentang
individu, kelompok, profesi atau masyarakat yang tidak berubah-ubah, bersifat klise
dan seringkali timpang dan tidak benar. Sebagai contoh, dalam film India,
wanita sering ditampilkan sebagai makhluk yang cengeng, senang kemewahan dan
seringkali cerewet. Penampilan seperti itu, bila
dilakukan terus menerus, akan menciptakan stereotipe pada diri khalayak
Komunikasi Massa tentang orang, objek atau lembaga. Di sini sudah mulai terasa
bahayanya media massa. Pengaruh media massa lebih kuat lagi, karena pada
masyarakat modern orang memperoleh banyak informasi tentang dunia dari media
massa.
Sementara itu, citra terhadap
seseorang, misalnya, akan terbentuk (pula) oleh peran agenda setting
(penentuan/pengaturan agenda). Teori ini dimulai dengan suatu asumsi bahwa
media massa menyaring berita, artikel, atau tulisan yang akan disiarkannya. Biasanya, surat kabar mengatur berita mana yang lebih
diprioritaskan. Ini adalah rencana mereka yang dipengaruhi suasana yang sedang
hangat berlangsung. Sebagai contoh, bila satu setengah halaman di Media
Indonesia memberitakan pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar,
berarti wartawan dan pihak redaksi harian itu sedang mengatur kita untuk
mencitrakan sebuah informasi penting. Sebaliknya bila di halaman selanjutnya di
harian yang sama, terdapat berita kunjungan Megawati Soekarno Putri ke beberapa
daerah, diletakkan di pojok kiri paling bawah, dan itu pun beritanya hanya
terdiri dari tiga paragraf. Berarti, ini adalah agenda setting dari media
tersebut bahwa berita ini seakan tidak penting. Mau tidak mau, pencitraan dan
sumber informasi kita dipengaruhi agenda setting.
Media massa tidak memberikan efek
kognitif semata, namun ia memberikan manfaat yang dikehendaki masyarakat. Inilah
efek prososial. Bila televisi menyebabkan kita lebih mengerti bahasa Indonesia
yang baik dan benar, televisi telah menimbulkan efek prososial kognitif. Bila
majalah menyajikan penderitaan rakyat miskin di pedesaan, dan hati kita
tergerak untuk menolong mereka, media massa telah menghasilkan efek prososial
afektif. Bila surat kabar membuka dompet bencana alam, menghimbau kita untuk
menyumbang, lalu kita mengirimkan wesel pos (atau, sekarang dengan cara
transfer via rekening bank) ke surat kabar, maka terjadilah efek prososial
behavioral.
2.
Efek Afektif
Efek ini kadarnya lebih tinggi
daripada Efek Kognitif. Tujuan dari komunikasi massa bukan hanya sekedar
memberitahu kepada khalayak agar menjadi tahu tentang sesuatu, tetapi lebih
dari itu, setelah mengetahui informasi yang diterimanya, khalayak diharapkan
dapat merasakannya. Sebagai contoh, setelah kita
mendengar atau membaca informasi artis kawakan Roy Marten dipenjara karena
kasus penyalah-gunaan narkoba, maka dalam diri kita akan muncul perasaan jengkel,
iba, kasihan, atau bisa jadi, senang. Perasaan sebel, jengkel atau marah daat
diartikan sebagai perasaan kesal terhadap perbuatan Roy Marten. Sedangkan
perasaan senang adalah perasaan lega dari para pembenci artis dan kehidupan
hura-hura yang senang atas tertangkapnya para public figure yang
cenderung hidup hura-hura. Adapun rasa iba atau kasihan dapat juga diartikan
sebagai keheranan khalayak mengapa dia melakukan perbuatan tersebut.
Berikut ini faktor-faktor yang
memengaruhi terjadinya efek afektif dari komunikasi massa.
- Suasana emosional
Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa respons kita terhadap
sebuah film, iklan, ataupun sebuah informasi, akan dipengaruhi oleh suasana
emosional kita. Film sedih akan sangat mengharukan apabila kita menontonnya
dalam keadaan sedang mengalami kekecewaan. Adegan-adegan lucu akan menyebabkan
kita tertawa terbahak-bahak bila kita menontonnya setelah mendapat keuntungan
yang tidak disangka-sangka.
- Skema kognitif
Skema kognitif merupakan naskah yang ada dalam pikiran
kita yang menjelaskan tentang alur eristiwa. Kita tahu bahwa dalam sebuah film action,
yang mempunyai lakon atau aktor/aktris yang sering muncul, pada akahirnya akan
menang. Oleh karena itu kita tidak terlalu cemas ketika sang pahlawan jatuh dari
jurang. Kita menduga, asti akan tertolong juga.
c. Situasi terpaan
(setting of exposure)
Kita akan
sangat ketakutan menonton film Suster Ngesot, misalnya, atau film horror
lainnya, bila kita menontontonnya sendirian di rumah tua, ketika hujan labt,
dan tiang-tiang rumah berderik. Beberpa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak
lebih ketakutan menonton televisi dalam keadaan sendirian atau di tempat gelap.
Begitu pula reaksi orang lain pada saat menonton akan mempengaruhi emosi kita
pada waktu memberikan respons.
- Faktor predisposisi individual
Faktor ini
menunjukkan sejauh mana orang merasa terlibat dengan tokoh yang ditampilkan
dalam media massa. Dengan identifikasi penontotn, pembaca, atau pendengar,
menempatkan dirinya dalam posisi tokoh. Ia merasakan apa yang dirasakan toko.
Karena itu, ketika tokoh identifikasi (disebut identifikan) itu kalah, ia juga
kecewa; ketika ientifikan berhasil, ia gembira.
3.
Efek Behavioral
Efek behavioral merupakan akibat
yang timbul pada diri khalayak dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan.
Adegan kekerasan dalam televisi atau film akan menyebabkan orang menjadi
beringas. Program acara memasak bersama Rudi Khaeruddin, misalnya, akan
menyebabkan para ibu rumah tangga mengikuti resep-resep baru. Bahkan, kita pernah
mendengar kabar seorang anak sekolah dasar yang mencontoh adegan gulat dari
acara SmackDown yang mengakibatkan satu orang tewas akibat adegan gulat
tersebut. Namun, dari semua informasi dari berbagai media tersebut tidak
mempunyai efek yang sama.
Radio, televisi atau film di
berbagai negara telah digunakan sebagai media pendidikan. Sebagian laporan
telah menunjukkan manfaat nyata dari siaran radio, televisi dan pemutaran film. Sebagian lagi melaporkan kegagalan. Misalnya, ketika
terdapat tayangan kriminal pada program “Buser” di SCTV menayangkan informasi:
anak SD yang melakukan bunuh diri karena tidak diberi jajan oleh orang tuanya.
Sikap yang diharapkan dari berita kriminal itu ialah, agar orang tua tidak
semena-mena terhadap anaknya, namun apa yang didapat,
keesokan atau lusanya, dilaporkan terdapat berbagai tindakan sama yang
dilakukan anak-anak SD. Inilah yang dimaksud perbedaan efek behavior. Tidak
semua berita, misalnya, akan mengalami keberhasilan yang merubah khalayak
menjadi lebih baik, namun pula bisa mengakibatkan kegagalan yang berakhir pada
tindakan lebih buruk.
2.6 Model Komunikasi Massa
1. Model jarum
hipodermik
Secara harfiah “hipodermik” berarti “di bawah kulit.”
Dalam hubungannya dengan komunikasi massa , istilah “model jarum suntik “ mengandung
anggapan dasar , bahwa media-media menimbulkan efek yang kuat, terarah , segera
, dan langsung terhadap massa komunikan.Efek yang segera dan langsung tersebut
adalah sejalan dengan pengertian “perangsang-tanggapan”
2.
Model
Komunikasi dua tahap ( two step two)
Konsep komunikasi dua tahap ini berasal dari
Lazarsfeld , berelson , dan geudet (1948) yang berdasarkan penelitiannya
menyatakan , bahwa ide-ide seringkali datang dari radio dan surat kabar yang
ditangkap oleh pemimpin-pemimpin opini yang mengoperkan informasi , sedang
tahap kedua adalah dari pemimpin opini kepada pengikut – pengikutnya yang juga
mencakup penyebaran pengaruh.
3. Model komunikasi
satu tahap
Menyatakan bahwa , saluran media massa berkomunikasi langsung dengan massa komunikan tanpa berlalunya suatu pesan melalui pemimpin opini ;tetapi pesan tersebut tidak mencapai semua komunikan dan tidak menimbulkan efek yang sama pada masing-masing komunikan
4. Model Komunikasi banyak tahap (multi-step flow model )
Model ini menggabungkan semua model yang telah dibicarakan terdahulu . Model banyak-tahap ini didasarkan kepada fungsi penyebaran yang berurutan yang terjadi pada kebanyakan situasi komunikasi.
2.7 Macam-Macam Media Komunikasi Public
Kelebihan:
•Berkemampuan membawa lebih banyak
informasi dan mengantarkan informasi dengan lebih akurat dibandingkan dengan
kabel tembaga dan kabel coaxial.
•Kabel fiber optic mendukung data
rate yang lebih besar, jarak yang lebih jauh dibandingkan kabel coaxial,
sehingga menjadikannya ideal untuk transmisi serial data digital.
•Kebal terhadap segala jenis
interferensi, termasuk kilat, dan tidak bersifat mengantarkan listrik. Sehingga
tidak berpengaruh terhadap tegangan listrik, tidak seperti kabel tembaga yang
bisa lossing data karena pengaruh tegangan listrik.
•Sebagai dasarnya seratnya dibuat
dari kaca, tidak dipengaruhi oleh korosi dan tidak berpengaruh pada zat kimia,
sehingga tidak tidak akan rusak kecuali kimia pada konsentrasi tertentu.
•Karena yang dikirim adalah signal
cahaya, maka tidak ada kemungkinan ada percikan api bila serat atau kabel
tersebut putus. Selain itu juga tidak menyebabkan tegangan listrik dalam proses
perbaikannya bila ada kerusakan
•Kabel fiber optic tidak terpengaruh
oleh cuaca.
•Kabel fiber optic walaupun memiliki
banyak serat pada satu kabel namun bila dibandingkan terhadap kabel coaxial dan
kabel tembaga akan lebih kecil dan lebih bercahaya bila diisi dengan muatan
informasi yang sama. Lebih mudah dalam penanganan dan pemasangannya.
•Kabel fiber optic lebih aman
digunakan dalam sistem komunikasi, sebab lebih susah disadap namun mudah
di-monitor. Bila ada gangguan pada kabel – ada yang menyadap sistem – maka
muatan informasi yang dikirim akan jauh berkurang sehingga bisa cepat diketahui
dan bisa cepat ditangani.
Kekurangan:
•Biaya yang mahal untuk
peralatannya.
•Perlu konversi data listrik ke
Cahaya dan sebaliknya yang rumit.
•Perlu peralatan khusus dalam
prosedur pemakaian dan pemasangannya.
•Untuk perbaikan yang kompleks perlu
tenaga yang ahli di bidang ini.
•Selain merupakan keuntungan,
sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya, karena
musti memerlukan alat pembangkit listrik eksternal.
•Bisa menyerap hidrogen yang bisa
menyebabkan loss data.
2.WLAN
Kelebihan:
•Mobilitas dan Produktivitas Tinggi,
WLAN memungkinkan client untuk mengakses informasi secara realtime sepanjang
masih dalam jangkauan WLAN, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan
produktivitas. Pengguna bisa melakukan kerja dimanapun ia berada asal dilokasi
tsb masuk dalam coverage area WLAN.
•Kemudahan dan kecepatan instalasi,
karena infrastrukturnya tidak memerlukan kabel maka instalasi sangat mudah dan
cepat dilaksanakan, tanpa perlu menarik atau memasang kabel pada dinding atau
lantai.
•Fleksibel, dengan teknologi WLAN
sangat memungkinkan untuk membangun jaringan pada area yang tidak mungkin atau
sulit dijangkau oleh kabel, misalnya dikota-kota besar, ditempat yang tidak
tersedia insfrastruktur kabel.
•Menurunkan biaya kepemilikan,
dengan satu access point sudah bisa mencakup seluruh area dan biaya
pemeliharaannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan
kabel yang mencakup keseluruhan kabel)
Kekurangan :
•Biaya peralatan mahal (kelemahan
ini dapat dihilangkan dengan mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen
elektronika sehingga dapat menekan biaya jaringan),
•Delay yang besar, adanya masalah
propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi
(kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity,
teknik spread spectrum dll),
•kapasitas jaringan menghadapi
keterbatasan spektrum (pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat
dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik seperti spread
spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasiaan) kurang terjamin (kelemahan
ini dapat diatasi misalnya dengan teknik spread spectrum)
3.Coaxial
Kelebihan:
•hampir tidak terpengaruh noise
•harga relatif murah
Kekurangan:
•penggunaannya mudah dibajak
•thick coaxial sulit untuk dipasang
pada beberapa jenis ruang
Kelebihan :
•harga relatif paling murah di
antara kabel jaringan lainnya
•mudah dalam membangun instalasi
kekurangan :
•jarak jangkau
hanya 100 m dan kecepatan transmisi relatif terbatas (1 Gbps)
•mudah
terpengaruh noise (gangguan)
5.Layanan Internet
Kelebihan :
•Bahkan
orang-orang yang tinggal di daerah-daerah di mana internet dial up tidak
mungkin mungkin dapat menggunakan kecepatan tinggi layanan internet satelit
•Satelit layanan
Internet terjangkau-sering lebih murah daripada jenis lainnya koneksi internet
kecepatan tinggi
•Satelit layanan
internet tersedia di mana-mana di Continental Amerika Serikat.
•Kecepatan
koneksi berkecepatan tinggi layanan internet satelit jauh lebih cepat daripada
dial up.
•Ada hampir
tidak ada batas maksimal upload dan download dari internet karena terdapat
begitu banyak titik kontak
BAB
3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Komunikasi di dalam
keperawatan adalah penting.hal ini di karenakan di dalam menjalankan
aktifitasnya seoerang perawat tidak lepas dengan yang namanya komunikasi.baik
komunikasi dengan pasien ataupun dengan teman sejawat.komunikasi dengan seorang
pasien haruslah dengan komunikasi terapiutik. Yaitu membantu proses kesembuhan
dari seorang pasien.
Komunikasi dapat dipahami sebagai
proses penyampaian pesan, ide, atau informasi kepada orang lain dengan
menggunaka sarana tertentu guna mempengaruhi atau mengubah perilaku
penerima pesan.
Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan
menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).
Komunikasi publik merupakan suatu komunikasi yang
dilakukan di depan banyak orang.
3.1Saran
Komunikasi masa dapat di manfaatkan oleh tenaga
kesehatan untuk melakukan promosi kesehatan ataupun penyuluhan kesehatan. Tapi
sebelum melakukan itu diharapkan untuk mempelajari betul apa itu komunikasi
masa. Hal ini akan menentukan seberapa besar keberhasilan kita dalam
mempengaruhi atau mengajak masyarakat untuk menjadi lebih baik.
Perlu adanya pelatihan kusus untuk seorang perawat
agar dapat melaksanakan komunikasi public.karena tugas seorang tenaga kesehatan
adalah membawa masyarakatnya mencapai kesejahteraan khususnya dalam bidang
kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar